Rabu, 21 Oktober 2009

feature

Berkah di Bulan Suci Ramadhan
Oleh: Sri Wahyuni, M.Ag., M.Hum.

Di pinggir-pinggir jalan, banyak orang yang menjajakan kolak, es degan, es campur dan berbagai macam minuman segar serta makanan-makanan ringan untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan. Tampak juga para mahasiswi menjajakan kolak menjelang magrib, di pinggir jalan, dibundaran UGM, dan di dekat daerah-daerah kampus.
Aini, mahasiswi UIN Fakultas Syari’ah Prodi Keuangan Islam (KUI), pernah bercerita bahwa ia dan teman-temannya juga sering berjualan kolak di dekat bundaran menjelang buka puasa Ramadhan. Untuk menyambut hari raya idul fitri, mereka juga menjual baju-baju di sana.
Penulis juga seorang penjual baju amatiran. Jika biasanya hanya menjual 70an potong perbulan, menjelang Ramadhan dan idul fitri, penulis bisa menjual kurang lebih 300an busana muslim putri baik anak-anak, remaja, mahasiswa, maupun ibu-ibu; dan sekitar 60an baju koko dan batik untuk laki-laki, baik anak-anak, mahasiswa maupun bapak-bapak. Inilah berkah di bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan, yang dianggap sebagai bulan suci; yang al-Qur’an diturunkan di bulan ini; ada malam yang lebih utama dari 1000 malam untuk beribadah; bulan yang umat Islam dianjurkan banyak beribadah dan beramal…ternyata juga terdapat banyak berkah nyata dan rezeki melimpah di bulan ini. Betapa tidak, jika di hari-hari biasa tidak terlalu banyak pedagang dan penjual yang menjajakan makanan dan minuman, di bulan Ramadhan banyak para pedagang dadakan; dan mereka mampu menghasilkan lebih dari biasanya.
Berkah dan rezeki yang melimpah itulah, balasan/ pahala yang nyata di dunia bagi orang yang baik dan kreatif. Allah tidak akan membiarkan usaha hamba-Nya sia-sia, sehingga jika orang berusaha dengan baik, maka Dia juga akan memberikan rezeki yang baik. Balasan atas kebaikan bukan hanya pahala dan janji di surga, melainkan ada balasan kebaikan yang nyata di dunia ini. Dalam kata-kata bijak dikatakan, “Man yazro’ yahshud, barangsiapa yang memanam mesti akan menuai.”
Janji Allah, bahwa orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jalan-Nya, maka Dia akan melipatgandakannya. Maka, semakin banyak orang bersedekah, semakin banyak ia akan mendapatkan berkah dan rezeki yang melimpah. Paling tidak, di bulan Ramadhan banyak umat Islam yang biasa tidak menunaikan shalat di masjid, mereka berbondong-bondong ke masjid; jika di hari-hari lain tidak disediakan kotak infak keliling, di bulan Ramadhan disediakan. Sehingga, banyak orang yang selalu menyediakan uang untuk dimasukkan ke kotak infak. Itulah, infak dan berkah…sehingga, di bulan Ramadhan banyak orang yang mendapatkan berkah yang melimpah.
Terlepas dari sisi religius tersebut, kreativitas seseorang diuji. Orang yang mampu menangkap moment seperti bulan Ramadhan untuk berjualan, merupakan orang yang kreatif dalam melakukan usaha. Dengan kata lain, ia memiliki jiwa dan semangat interpreunership yang relatif tinggi. Berjualan bagi beberapa orang merupakan suatu perbuatan yang memalukan, karena ia memiliki gengsi yang tinggi; terkadang beberapa orang juga ingin berjualan, tetapi mereka merasa tidak mampu. Namun, bagi sebagian orang yang lain, mereka mampu menangkap moment untuk meraih keuntungan lebih di bulan Ramadhan ini.
Jika setiap bulan adalah bulan Ramadhan, maka niscaya semangat orang-orang untuk beribadah, beramal, serta berusaha dengan baik akan selalu tinggi. Sehingga, berkah yang melimpah pun, akan selalu diperoleh. Namun, sayangnya etos kerja dan ibadah seperti di bulan Ramadhan, tidak terjadi di hari-hari biasa, sehingga berkah juga berkurang. Atau dengan kata lain, semangat ramadhan tidak terbangun secara constant.
Jika kita mempunyai etos untuk beribadah dan bekerja yang constant baik di bulan ramadhan maupun di bulan-bulan yang lain, maka niscaya berkah juga akan selalu melimpah. Maka, marilah menumbuhkan etos dan semangat Ramadhan ini menjadisemangat kita setiap hari….Amin.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar