Kamis, 25 Maret 2010

metode istinbath hukum

METODE PENEMUAN HUKUM
Thuruq al-Istinbath al-Ahkam
Pembagian Metode Istinbath
 Metode Lafdzi --- kebahasaan
 Metode Ma’nawi --- ta’lili
 Metode Jam’I (kombinasi) --- naskh; tarjih
Metode lafdzi:
 Kaidah pertama: teori pengambilan makna nash:
- ‘ibarah an-nash/ makna yang tersurat; contoh: ahallallahu al-bai’a wa harrama ar-riba -- jelas
- Isyarah an-nash; contoh: wa ‘ala al-mauludi lahu rizquhunna wa kiswatuhunna bi al-ma’ruf --wajib
- Dilalah an-nash, contoh: fala taqul lahuma uffin --- karena keji
- Iqtidha’ an-nash, contoh: hurrimat ‘alaikum ummahatukum wa banatukum --- haram mengawini


Lanjutan…
 Kaidah kedua: pengertian balik (mafhum mukhalafah)
 Contoh: … kuluu washrabuu hattaa yatabayyana lakum al-khaithu al-abyadhu min al-khaithi al-aswadi min al-fajri
 Manthuq-nya: boleh makan hingga fajar
 Makna balik/ Mafhum mukhalafah-nya: tidak boleh makan sesudah fajar
Lanjutan…
 Kaidah ketiga: kejelasan dalalah dan tingkatannya
- Dhahir: telah jelas dalam nash itu sendiri, tanpa pemahaman dari faktor luar
- An-Nash: mengandung makna lain dari susuanan kata; dan menerima takwil; kembali kepada makna yang langsung dipahami dari nash
- Al-mufassar: dapat ditafsirkan tanpa ta’wil
- Al-muhakkam: telah jelas tidak menerima ta’wil
Kaidah keempat: ketidak jelasan nash
 Al-khafi, maknanya jelas, tetapi jika diterapkan menjadi samar; contoh: laa yaritsu al-Qaatil; apakah termasuk pembunuh tidak sengaja?
 Al-musykil, lafalnya sendiri yang samar/ tidak jelas. Contoh: … tsalatsata quru’; makna quru?
 Al-mujmal: lafal tidak menujukkan makna, harus dirinci. Contoh: shalat, puasa, zakat dll
 Al-mutasyabih: lafal tidak menunjukkan makna dan tidak ada petunjuk dari luar. Contoh: alif laam miim dll; yadullahi fauqa aidiihim…

Kaidah kelima: musytarak
 Musytarak: lafal yang memiliki banyak makna
 Contoh: Quru’ berarti haid atau suci; yadun berarti tangan (antara hasta sampai ujung jari; telapak tangan dan lengan); kalalah berarti orang yang tidak punya anak dan orang tua, orang yang ditinggal oleh anak dan orang tuanya, orang yang tidak punya kerabat, dll

 Harus berijtihad menentukan maknanya
Kaidah keenam: ‘am
 Lafal ‘am: umum; yang mencakup semua satuan-satuannya
 Macam-macamnya:
- Lafal kullu (semua)
- Mufrad ma’rifah; az-zaaniyatu wa az-zaani
- Jama’ ma’rifah; wa al-muthallaqaatu yatarabbashna
- Isim maushul; wa alladziina yarmuuna al-mukhshanaatu
- Isim syarat; man qatala mukminan khathaan
- Isim nakiroh; laa junaaha ‘alaikum
Kaidah ketujuh: khash
 Lafal khash: yang menunjukkan arti perseorangan
 Lafal muthlaq: contoh lafal dam (darah) dalam pengharamannya
 Lafal muqayyad: dam masfuuh (darah yang mengalir)
 Tahshish al-’am:
Contoh: wa as-saariqu wa as-saariqatu fa aqtha’uu aidiyahuma… (‘am)
Laa qath’a fii aqalli min rub’I diinaar (tahshish)
Bentuk perintah dan larangan
 Perintah: dengan fi’l al-amr
Contoh: fa aqtha’uu aidiyahuma; kuluu wa asyrabuu; falyashumhu dll
 Larangan dengan fi’l an-nahi
Contoh: wa laa tankihuu al-musyrikaati hatta yu’minna;
Metode Ma’nawi
 Ta’lili : menetapkan hukum dengan illat
----- Qiyas
 Istishlahi: menetapkan hukum dengan mashlahah
----- ishtishlah
Qiyas dan Ishtishlah sebagai metode istinbath; dan sumber hukum (sumber dalam menetapkan hukum)
Macam mashlahah
 Mashlahah dharuriyah: primer/ harus ada
 Mashlahah hajjiyah: kebutuhan skunder
 Mashlahah tahsiniyyah: kebutuhan tersier
Metode jam’I (perpaduan)
 Tarjih: menguatkan yang satu dari dalil yang lain
 Tansikh (naskh dan mansukh); pembatalan dalil yang lama dengan dalil yang baru
Metode Kontemporer
 Hermeneutika Gadamer; tiga ranah:
- teks
- pengarang
- pembaca
Yang harus dipahami dalam memahami sebuah teks
Fazlur Rahman:Double Movement
 Gerakan pertama; kembali kepada teks dan kondisi sosio-historis yang meliputi teks
 Gerakan kedua; melihat kondisi sosio-cultural pembaca atau tempet teks itu akan diterapkan
 Asbabun nuzul:
- mikro: peristiwa khusus yang menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an
- Makro: kondisi sosio-cultural-historis yang meliputi turunnya ayat
Syahrur: Teori Limit (al-hadd)
 Al-hadd al-a’la (batas maksimum); contoh: hukuman potong tangan bagi pencuri
 Al-hadd al-adna (batas minimum); contoh: pelarangan tentang muhrim yang meliputi: ibu, anak, menantu, mertua dll
 Al-hadd al-a’la wa al- adna ma’an; contoh: bagian waris laki-laki dan perempuan, dengan dua dibannding satu (2:1)
Mahmoud Thaha: Pembalikan Naskh
 Teori naskh konvensional; pembatalan dalil yang lama dengan dalil yang baru
 Teori naskh Thaha: me-naskh ayat-ayat madaniyyah dengan ayat-ayat makiyyah
 Ayat madaniyyah: ayat-ayat hukum yang bersifat rinci, memuat petunjuk-petunjuk praktis (the first message of the Qur’an); ayat Makkiyyah: ayat-ayat yang bersifat universal, mengandung ajaran damai, toleransi dll (the second messsage of the Qur’an).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar